Beranda > Islami > MA’RIFATULLAH 5

MA’RIFATULLAH 5

B-5.1.  TAUHIDULLAH

 Objektif

  1. Memahami konsep tauhid rububiyah mulkiyah dan uluhiyah serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Menyadari wujudnya kerajaan Allah di alam semesta.
  3. Menyadari wajibnya menolak kepemimpinan, hukum dan autoriti selain Allah dan menjadikan Allah sahaja sebagai pemimpin, pembuat hukum dan tujuan hidup.

Sinopsis

Mentauhidkan Allah SWT adalah inti kepada akidah Islam.  Di dalam konsep tauhid ini kita mengesakan Allah dari segi rububiyah, mulkiyah dan juga uluhiyahnya.  Dari segi rububiyahnya, kita mengesakan Allah sebagai Pencipta yang telah mencipta segala sesuatu dari sekecil-kecil sehingga sebesarnya.  Allahlah yang mengurniakan rizki dan Allah lah sebagai Raja yang menguasai seluruh alam ini.  Pengesaan ini diaplikasikan dalam setiap gerak kerja seharian.  Bukan sekedar Rububiyah, malah Mulkiyah Allah itu adalah milik mutlak Allah SWT yang perlu kita esakan.  Mulkiyah Allah ini bermakna Allahlah sebagai wali yang sah sebagaimana yang tersebut di dalam firmanNya : “Allah Wali kepada orang-orang yang beriman”.  Allahlah sebagai Penguasa (Hakim) dan Allah juga Pemerintah (Amir).  Dengan tauhid mulkiyah ini sepatutnya kita menyadari kewujudan kerajaan Allah diatas muka bumi ini.  Dengan itu sewajibnya kita menolak kepemimpinan, hukum dan autoriti selain Allah dan menjadikan Allah sahaja sebagai pemimpin, pembuat hukum dan tujuan hidup.

Hasyiah

1.     Rububiyatullah.

 Sarahan :

Sifat Rububiyah adalah sifat sebagai pencipta, pemilik dan pengatur susunan peraturan.  Sifat ini diakui oleh semua manusia secara fitrahnya.

 Dalil :

  • Q.1:2, Allah SWT telah menyatakan pujian hanya bagi dirinya dan menyifatkan DiriNya sebagai Rabb Alamin.  “Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam”.
  • Q.7:54, Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa lalu.  Ia bersemayam diatas Arasy, Ia melindungi malam dengan siang yang mengiringinya dengan deras (silih berganti) dan (Ia pula yang menciptakan) matahari dan bulan serta bintang-bintang, (semuanya) tunduk kepada perintahNya.  Ingatlah, kepada Allah jualah tertentu urusan menciptakan (sekalian mahluk) dan urusan pemerintahan.  Maha Suci Allah yang mencipta dan mentadbirkan sekalian alam.

1.1. Sebagai Pencipta.

Sarahan :

Pencipta ( Al-Khaliq) segala sesuatu adalah salah satu dari sifat Rabb.

Dalil :

  • Q.25:2, Tuhan yang menguasai pemerintahan langit dan bumi, dan yang tidak mempunyai anak, serta tidak mempunyai sembarang sekutu dalam pemerintahanNya, dan Dia lah yang menciptakan tiap-tiap sesuatu lalu menentukan keadaan mahluk-mahluk itu dengan ketentuan takdir yang sempurna.

1.2. Pemberi Rezki.

Sarahan :

Pemberi Rizki (Ar-Raaziq) juga merupakan sifat Rububiyah Allah.  Dengan sifat ini muslim meyakini bahwa rizki semuanya ketentuan dari Allah.  Dengan ini menjadikan pergantungan kita dengan Allah adalah mutlak bukan lagi kepada mahluk yang memiliki segala sifat kelemahan.

Dalil :

  • Q.51:57-58, Aku tidak sekali-kali menghendaki sembarang rizki pemberian dari mereka, dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepadaKu.  Sesungguhnya Allah Dia lah sahaja Yang Memberi Rizki (kepada sekalian mahlukNya, dan Dia lah sahaja) Yang Mempunyai Kekuasaan yang tidak terhingga, lagi Yang Maha Kuat Kukuh kekuasaanNya.

1.3. Pemilik.

Sarahan :

Allah SWT Pencipta sekalian mahluk, Dia jugalah yang memilikinya.  Hatta diri kita juga dimiliki oleh Allah.

Dalil :

  • Q.2:284, Segala yang ada di langit dan yang ada di bumi adalah kepunyaan Allah.  Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hati kamu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan menghitung dan menyatakannya kepada kamu.  Kemudian Ia mengampunkan bagi sesiapa yang dikehendakiNya dan menyiksa sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peranturanNya).  Dan (ingatlah), Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

1.4. Raja.

Sarahan :

  • Allah adalah raja mutlak kepada segala mahluk.  Sifat ini hanya berhak pada sisi Allah sahaja.  Kehebatan ini seharusnya menjadikan kita senantiasa tunduk kepada titah perintahNya sekali pun berlawanan dengan tuntutan diri dan nafsu sendiri.
  • Q.1:4, Malik (raja) kepada hari pembalasan.
  • Q.114:2, Raja manusia.

Dalil :

2.     Mulkiyatullah.

 Sarahan :

Mentauhidkan Allah dalam mulkiyahnya bermakna kita mengesakan Allah terhadap pemilikan, pemerintahan dan penguasaanNya terhadap alam ini.  Dialah Pemimpin, Pembuat hukum dan Pemerintah kepada alam ini.  Hanya landasan kepemimpinan yang dituntut oleh Allah sahaja yang menjadi ikutan kita.  Hanya hukuman yang diturunkan oleh Allah sahaja menjadi pakaian kita dan hanya perintah dari Allah sahaja menjadi junjungan kita.

 

Dalil :

  • Q.3:26, Katakanlah (wahai Muhammad) : “Wahai Tuhan yang mempunyai kuasa pemerintahan, Engkaulah yang memberi kuasa pemerintahan kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang mencabut kuasa pemerintahan dari siapa yang Engkau kehendaki.  Engkaulah juga yang memuliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkaulah yang menghina siapa yang Engkau kehendaki.  Dalam kekuasaan Engkaulah sahaja adanya segala kebaikan.  Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

2.1. Pemimpin (wali).

Sarahan :

Wali adalah sebahagian dari sifat-sifat mulkiyatullah.  Ia membawa arti sifat penguasaan iaitu sebagai pelindung, penolong dan pemelihara.

Dalil :

  • Q.7:196, Sesungguhnya pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan kitab (Al-Qur’an), dan Dia lah jua yang menolong dan memelihara orang-orang yang berbuat kebaikan.

2.2. Pembuat Hukum.

Sarahan :

Hakiman atau pembuat hukum juga adalah sebahagian dari sifat mulkiyatullah.  Ia mesti diikhtiraf oleh manusia dan tunduk hanya kepada hukum-hukum yang telah diturunkan olehNya sahaja karena hak mencipta hukum itu hanya terhadap kepada Allah semata-mata.

Dalil :

  • Q.12:40, Apa yang kamu sembah, yang lain dari Allah, hanyalah nama-nama yang kamu menamakannya, kamu dan datuk nenek kamu, Allah tidak pernah menurunkan sembarang bukti yang membenarkannya.  Sebenarnya hukum (yang menentukan amal ibadat) hanyalah bagi Allah.  Ia memerintahkan supaya kamu jangan menyembah melainkan Dia.  Yang demikian itulah agama yang betul, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

2.3. Pemerintah.

Sarahan :

Aamiran atau pemerintah satu lagi sifat mulkiyatullah yang perlu diketahui oleh setiap muslim.  Allah memiliki Arasy dan memerintah seluruh mahluk ciptaannya ini dengan ketentuan daripadanya.  Dia yang menciptakan dan Dia yang mengarahkan menurut apa yang dikehendakiNya.

Dalil :

  • Q.7:54, Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa lalu.  Ia bersemayam di atas Arasy.  Ia melindungi malam dengan siang yang mengiringinya dengan deras (silih berganti) dan (Ia pula yang menciptakan) matahari dan bulan serta bintang-bintang, (semuanya) tunduk kepada perintahNya.  Ingatlah, kepada Allah jualah tertentu urusan menciptakan (sekalian mahluk) dan urusan pemerintahan.  Maha Suci  Allah yang mencipta dan mentadbirkan sekalian alam.

3.     Yang Dituju.

 

Sarahan :

Apabila kita mengikhtiraf dan mengakui keesaan Allah dengan segala bentuk rububiyah dan mulkiyahnya, maka seluruh hidup kita adalah tertumpu kepada kehendak dan tujuan kita dijadikan olehNya.  Maka Allahlah menjadi matlamat hidup kita seluruhnya, selari dengan mahluk-mahluk lain yang sepenuhnya tunduk kepada kehendak Allah.

 

Dalil :

  • Q.6:162, Katakanlah, sesungguhnya sembahyangku dan ibadatku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.

4.     Ilah Yang Diabdikan.

 

Sarahan :

Pengikhtirafan ini juga membawa manusia tunduk mengabdikan diri semata-mata kepada Allah SWT.

 

Dalil :

  • Q.114:3, Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia.
  • Q.109:1-6, Katakanlah (wahai Muhammad) : “Hai orang-orang kafir.  Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.  Dan kamu tidak mau menyembah (Allah) yang aku sembah.  Dan aku tidak akan beribadat secara kamu beribadat.  Dan kamu pula tidak mau beribadat secara aku beribadat.  Bagi kamu agama kamu dan bagiku agamaku”.
  1. 20 Oktober 2012 pukul 13:45

    Hi friends, how is all, and what you want to say regarding this post, in my
    view its genuinely amazing in support of me.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: